6.5K
Followers
105
Following
79.5K
Likes
ID:RaidalBmsBarke
Follow
All playlists · Total 124
16
Video ini merekam aktivitas para ibu atau nenek di Flores, Nusa Tenggara Timur, pada era kolonial 1920-an. Terlihat mereka duduk berdekatan sambil membersihkan rambut dan mencari kutu sebuah praktik perawatan diri yang umum dilakukan secara kolektif di banyak wilayah Nusantara pada masa lalu. Rambut panjang yang jarang dipotong dirawat dengan tangan, tanpa alat modern, mengandalkan ketelatenan dan kebiasaan turun-temurun. Lebih dari sekadar menjaga kebersihan, kegiatan ini juga berfungsi sebaga...
2
Bandung pada masa Hindia Belanda tahun 1920-an ini menampilkan kehidupan sehari-hari keluarga Eropa bersama baboe dan jongos pribumi yang bertugas mengasuh anak-anak mereka. Terlihat baboe mendampingi anak-anak berjalan dan bermain di taman, sementara jongos membantu aktivitas luar rumah seperti bersepeda dan menjaga keselamatan anak. Pada masa kolonial, baboe dan jongos merupakan bagian penting dari sistem rumah tangga Eropa. Baboe umumnya bertugas merawat dan menemani anak, sedangkan jongos m...
2
Suasana pasar tradisional di Jawa pada masa kolonial tahun 1920-an. Terlihat seorang penjual sate dengan pikulan khasnya, lengkap dengan arang dan peralatan membakar sate di tempat. Para warga, termasuk banyak anak-anak, tampak mengerumuni pedagang tersebut, sebuah pemandangan umum di pasar rakyat pada masa itu ketika sate menjadi salah satu makanan kaki lima paling populer. Dengan jalan berbatu, rumah-rumah beratap rumbia, serta hiruk-pikuk aktivitas pasar, gambar ini memberi gambaran autentik...
3
Perjalanan para pejabat dan staf teknis kolonial menuju PLTA Lamadjan (Lamajan) di Pangalengan, Bandung Selatan pada tahun 1927. Untuk mencapai rumah turbin di dasar lembah, mereka menaiki lori kabelbaan listrik dengan kemiringan ekstrem yang diperkirakan mencapai 70–80 derajat, menjadi satu-satunya akses efektif bagi teknisi dan peralatan karena belum tersedia jalan kendaraan. Tampak pula pekerja lokal yang mengoperasikan lori tersebut sebagai bagian dari rutinitas harian pembangkit. PLTA Lama...
7
Mesin raksasa ini adalah Boirault Anti-Barbed-Wire Machine, sebuah prototipe Prancis tahun 1917 yang dirancang untuk meratakan kawat berduri dan melintasi medan perang saat Perang Dunia I. Meski inovatif, mesin ini terlalu lambat dan sulit dikendalikan, sehingga tidak pernah diproduksi massal. #BoiraultMachine #WWIHistory #MesinPerang #HistoricalFootage #WarMachine #DuniaSejarah #duniasjr
2
Aktivitas di pabrik lilin parafin milik BPM (Bataafsche Petroleum Maatschappij) di Pangkalan Brandan, Sumatra Utara, sekitar dekade 1920-an. BPM, perusahaan minyak kolonial Belanda, tidak hanya mengelola eksploitasi minyak bumi tetapi juga memproduksi berbagai turunan minyak, termasuk lilin parafin untuk kebutuhan industri dan rumah tangga. Dalam video ini tampak pekerja lokal menangani hasil cetakan lilin pada sebuah mesin produksi, sementara pegawai Eropa berada di sisi mesin sebagai bagian d...
2
Kehidupan para wanita Belanda yang ditahan oleh militer Jepang di Camp Tjideng pada tahun 1945 berlangsung sangat berat. Camp Tjideng berada di kawasan Cideng, yang kini menjadi salah satu kelurahan di Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, dan merupakan salah satu dari banyak kamp interniran yang dibentuk Jepang setelah menduduki Hindia Belanda. Dalam rekaman terlihat para tahanan wanita mengantre dan mengambil air bersih dari sumur kecil sebagai kebutuhan utama sehari-hari, di tengah kondisi kamp y...
67
Keluarga Belanda berkunjung ke Pasar Malam Pasar Gambir tahun 1929. Dari wahana hiburan, pedagang yang berjejer, hingga sorak-sorai keramaian Batavia tempo dulu, rekaman langka dari masa ketika Pasar Gambir menjadi pusat hiburan terbesar di Hindia Belanda. #PasarGambir #Batavia #TempoDulu #HindiaBelanda #Jakarta #PasarMalam #sejarahindonesia
3
Rekaman tahun 1915 ini memperlihatkan para pria Melayu menarik perahu kolonial yang terjebak di arus deras Sungai Barito, Kalimantan masa Hindia Belada. Bagian hulu Barito memang terkenal berbahaya, dengan aliran kuat dan bebatuan besar yang membuat perjalanan sungai sangat berisiko. Untuk melewati jeram, mereka memotong sulur rotan dari hutan dan mengikatkannya pada perahu dangkal yang terombang-ambing di air bergolak. Cuplikan ini merekam keterampilan dan kerja keras dalam menghadapi kondisi ...
9
Tahun 1965, pengisian bahan bakar di SPBU masih dilakukan secara sederhana dan serba manual. Petugas melayani langsung kendaraan yang datang, tanpa sistem digital, tanpa layar otomatis, dan tanpa mesin modern seperti sekarang. Setiap liter bensin dihitung dengan alat mekanik, mencerminkan suasana pelayanan dan teknologi transportasi Indonesia di masa itu. #SPBU #TempoDulu #SejarahIndonesia #bbmsubsidi #Transportasi
2
Suasana Kabupaten Blitar, Jawa Timur, saat Kanjeng Warso Hadirat bersiap meninggalkan pendopo/alun-alun Blitar tahun 1927. Terlihat latar khas pusat kota Jawa pada masa itu pendopo kabupaten, halaman luas, serta pohon beringin besar yang menjadi penanda alun-alun. Sang bupati mengenakan busana resmi dan diantar pengawal menuju mobil dinasnya. Perjalanan ini diduga merupakan kunjungan dinas ke wilayah desa, praktik lazim dalam administrasi pemerintahan daerah pada era Hindia Belanda. Rekaman ini...
2
Suasana Sekolah Dasar di era Presiden Soekarno, sekitar tahun 1950–1960an, di SD Gunung Masigit, Desa Tjitatah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Ruang kelas sederhana dengan dinding polos, bangku dan meja kayU, serta papan tulis hitam menjadi saksi semangat belajar anak-anak desa. Murid-murid duduk rapi mengenakan seragam sederhana, sebagian tanpa alas kaki, mendengarkan guru mengajar dengan kapur dan suara lantang. Di tengah keterbatasan fasilitas pascakemerdekaan, sekolah menjadi ruang h...
75
Bing Slamet, Ateng, & Mansjur Sjah Nyanyi Bareng di Film Amor dan Humor (1961) Potongan film Amor dan Humor tahun 1961 ini jadi bukti betapa kayanya perfilman dan musik Indonesia tempo dulu. Dalam adegan ini, Bing Slamet, Ateng, dan Mansjur Sjah bernyanyi bersama dengan gaya khas mereka yang penuh humor sekaligus menghibur. film ini disutradarai oleh Nya Abbas Akup, seorang sutradara komedi kenamaan Indonesia, dan menjadi salah satu karya yang memadukan musik, humor, dan drama percintaan. Momen...
2
Aktivitas pengolahan kapuk randu di Siluwok, Batang, Jawa Tengah, sekitar tahun 1930-an, pada masa Hindia Belanda. Setelah dipanen dari pohon randu, kapuk tidak langsung dijual, tetapi melalui proses pascapanen di ruang terbuka. Para pekerja tampak mengibaskan dan memukul serat kapuk untuk melepaskan biji, membersihkan kotoran, serta mengembangkan serat agar ringan dan kering. Pada periode ini, kapuk randu berada dalam masa kejayaannya sebagai salah satu komoditas perkebunan penting di Jawa. Ba...
2
Inilah para Pemimpin dan leluhur Nias yang direkam sekitar tahun 1920-an. Potret langka yang menunjukkan kebanggaan, kekuatan, dan tradisi yang tetap hidup hingga kini. Ornamen yang berkilau di kepala mereka emas murni, bernilai sedikitnya 4.000 gulden setara Rp 6–8 miliar dalam nilai hari ini. 🏝️ Pulau Nias, Kabupaten Nias – Provinsi Sumatera Utara #Nias #BudayaNias #Leluhur #WarisanNusantara #JamanDulu #SejarahIndonesia #SumateraUtara #KabupatenNias #NiasHeritage
2
Potret ini merekam sekelompok penderita kusta di Kampung Lao Simomo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, sekitar tahun 1927, pada masa Hindia Belanda. Lao Simomo merupakan pemukiman khusus bagi penderita kusta yang saat itu disisihkan dari kampung asalnya akibat ketakutan penularan dan minimnya pengetahuan medis. Nama Lao Simomo berarti air yang memancar dari tanah. Di kawasan ini mengalir sungai kecil yang kemudian menghilang ke dalam tanah. Selain tempat tinggal, tersedia klinik sederhana untuk p...
2
Seorang perempuan yang terdampak w4bah pes (sampar) di Jawa pada masa Hindia Belanda, sekitar awal dekade 1920-an. Pada periode tersebut, pes penyakit menular berbahaya akibat bakteri Yersinia pestis masih menjadi ancaman serius di berbagai wilayah Nusantara. Penularannya umumnya terjadi melalui kutu tikus yang berkembang di lingkungan permukiman padat dengan kondisi sanitasi yang buruk. Wabah pes di Hindia Belanda memuncak sejak awal abad ke-20 dan berlangsung hingga 1920-an, terutama di Pulau...
2
Beginilah Proses perontokan padi menggunakan mesin perontok modern era Kolonial Belanda di Palembang, Sumatra, pada tahun 1925. Mesin besar berbahan logam ini berfungsi memisahkan bulir padi dari jerami secara mekanis, menggantikan cara manual yang sebelumnya mengandalkan tenaga manusia. Sesuai prosesnya, jerami dikeluarkan melalui bagian belakang mesin, sementara gabah terkumpul untuk tahap pengolahan selanjutnya. Di sekitar mesin tampak para pekerja pribumi mengenakan pakaian sederhana dan ca...
4
Tahun 1961, Hujan lebat mengguyur wilayah timur Jakarta hingga Bekasi dilanda banjir besar. Lebih dari 100.000 warga kehilangan tempat tinggal, sekitar 59.000 hektar sawah terendam, dan 30 desa rusak parah. Tanggul Sungai Tjitarum jebol sepanjang ratusan meter, jalur kereta hanyut, komunikasi terputus. Pemerintah dan militer bergerak mengevakuasi warga serta menyalurkan beras, ikan asin, dan gula. Di tengah derita dan kehancuran, anak-anak tetap bermain di genangan air, sementara sebagian warga...
2
Rekaman ini diambil pada era 1920-an di Batavia, memperlihatkan aktivitas para pelayan pribumi yang bekerja di Hotel der Nederlanden (HDN), salah satu hotel termewah di Hindia Belanda. Terlihat para pelayan mengenakan seragam putih formal dengan inisial “HDN” di kerah, menyajikan hidangan kepada tamu-tamu Eropa sebuah pemandangan yang mencerminkan standar pelayanan kelas atas pada masa kolonial. Jamuan yang disajikan merupakan rijsttafel, tradisi makan populer di hotel-hotel kolonial, di mana n...
Pinned
like
163
Pinned
like
174
Pinned
like
143
like
9
like
96
like
15
like
40
like
67
like
16
like
29
like
16
like
12
like
44
like
41
like
9
like
185
like
85
like
174
like
66
like
180
like
290
like
10
like
27
Loading
kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai