5
Followers
19
Following
26
Likes
ID:tutorinnn
Follow
All playlists · Total 47
2
Save aja dulu mana tau nanti butuh! 😉 Biar data kalian lolos Uji Asumsi Klasik tanpa perlu manipulasi data, data kalian harus kayak gini : 1. Data Kalian Harus "Rata-Rata Aja" (Uji Normalitas) Data yang normal itu data yang sebarannya gak ekstrem. Ga boleh ada responden yang jawabannya terlalu jomplang sendirian. Kuncinya: Cari dan buang data outlier (data pencilan). Kalau ada 100 responden, terus ada 2 orang yang jawabannya beda drastis sendiri (misal yang lain jawab skala 4 dan 5, dia malah ...
3
Save aja dulu mana tau nanti butuh! 😉 1. Masalah Data "Ghosting" (Data Bolong) Ini yang paling sering bikin emosi. Kamu udah dapet izin, udah buka website resminya, eh ternyata data tahun 2021 ada, tapi tahun 2022 ilang. Atau ada satu perusahaan yang datanya lengkap, tapi perusahaan satunya lagi malah kosong melompong di variabel penting. Realitanya: Kamu nggak bisa maksa data itu ada. Kalau datanya "bolong" (missing values), skripsi kamu bisa dianggap nggak valid atau nggak representatif. Sol...
2
Save aja dulu mana tau nanti butuh! 😉 1. "Kenapa kamu memilih variabel-variabel ini? Apa landasan teorinya?" Dosen ingin memastikan kamu tidak asal comot variabel. Dalam penelitian kuantitatif, hubungan antar variabel harus punya dasar hukum (teori) yang jelas. Cara Jawab: Jangan bilang "karena menarik". Sebutkan teori utama (Grand Theory) yang kamu gunakan. Misalnya, "Saya memilih variabel Kepuasan Kerja karena menurut Teori Dua Faktor Herzberg, kepuasan merupakan faktor motivasi utama yang m...
2
1. Urgensi: Ngapain Neliti Kalau Nggak Ada Masalah? Banyak mahasiswa bikin skripsi itu kayak orang nyari kunci motor padahal motornya nggak ada. Judulnya mentereng, tapi pas ditanya "Kenapa fenomena ini harus diteliti?", jawabannya cuma "Karena menarik, Pak." Menarik buat lo, bukan berarti penting buat akademis. Intinya: Dospem pengen liat ada kesenjangan (gap). Entah itu teori yang saling bertabrakan, atau realita di lapangan yang jauh banget sama standar aturan. Kalau masalahnya nggak kuat, y...
3
Save aja dulu mana tau nanti butuh! 😉😉 1. Kenapa pilih judul ini? Jawaban Taktis: "Judul ini saya angkat karena adanya Fenomena Gap yang saya temukan di lapangan [sebutkan contohnya, misal: penurunan performa karyawan di PT X]. Selain itu, terdapat Research Gap dari penelitian terdahulu yang hasilnya masih inkonsisten, sehingga saya ingin mengujinya kembali di konteks yang berbeda." 2. Apa novelty (kebaruan) penelitian ini? Jawaban Taktis: "Kebaruan penelitian ini terletak pada kombinasi vari...
2
Apapun permasalahan data skripsi kalian, konsultasiin aja ke Tutorinnn. Ahlinya benerin data bermasalah 😉😉😉#jokiskripsi#mahasiswaakhir#tutorin#olahdata#seminarproposal
5
Save aja dulu mana tau nanti butuh! 😉 1. Ada Variabel Mediasi atau Moderasi Ini tingkat dewa buat S1. Dosen bakal ngejar kamu di Logika Teori. Kenapa dibantai? Banyak mahasiswa cuma ikut-ikutan tren tanpa paham Grand Theory-nya. Dosen bakal nanya: "Kenapa X harus lewat M dulu baru ke Y? Emang X nggak bisa langsung ke Y?" Tameng kamu: Kamu harus hafal mati alur hubungannya. Pakai analisis jalur (Path Analysis) atau SEM yang bener. Jangan sampai salah sebut antara "perantara" (mediasi) sama "pen...
2
Save aja dulu mana tau nanti butuh 😉 1. Sinkronisasi "Segitiga Maut" (Judul - Tujuan - Metode) Jangan sampe judul lo mau ke Jakarta, tapi metodenya naik kapal selam. Kalo judulnya mau liat "Pengaruh", tujuannya ya "Menganalisis Hubungan", dan metodenya wajib pake Analisis Kuantitatif yang relevan (kayak Regresi), bukan cuma deskriptif persentase doang. Kalo ini nggak nyambung, penguji bakal nganggep lu nggak paham dasar penelitian lu sendiri. 2. Urgensi Penelitian: Ada Masalah, Bukan Cari Masa...
2
Apapun permasalahan data skripsi kalian, konsultasiin aja ke Tutorinnn. Ahlinya benerin berbagai masalah data (ga normal, ga valid, ga berpengaruh, arah ga sesuai, indikator masih pada merah dll) 😉😉#jokiskripsi#mahasiswaakhir#tutorin#olahdata#skripsi
2
Apapun permasalahan skripsi kalian, konsultasiin aja ke Tutorinnn. Ahlinya benerin data bermasalah (ga normal, ga valid, ga homogen, ga reliabel, arah ga sesuai, indikator masih merah dll) 😉😉#jokiskripsi#mahasiswaakhir#tutorin#olahdata#seminarproposal
5
Save aja dulu mana tau nanti butuh 😉😉 1. Pilih Kuantitatif (Kuanti) daripada Kualitatif (Kuali) Alasannya: Kuantitatif itu pasti. Lo sebar kuesioner, dapet angka, olah pake software (SPSS/SmartPLS), keluar hasilnya. Bedanya sama Kuali: Kalau Kualitatif, lo harus wawancara mendalam, transkrip hasil rekaman yang lamanya minta ampun, dan kalau dosen ngerasa hasil analisis lo kurang "dalem", lo disuruh balik lagi ke lapangan. Kuanti lebih minim debat sama dosen karena dasarnya adalah angka statis...
2
Save aja dulu mana tau nanti butuh! Nih, catet urutan yang bener biar lo ga planga plongo: 1. Uji Instrumen (Uji Kelayakan Alat Ukur) 🧪 Sebelum ngomongin hasil, pastiin kuesioner lo itu "layak" buat dipake. - Validitas: Ngetes apakah pertanyaan lo beneran ngukur apa yang mau diukur. - Reliabilitas: Ngetes konsistensi kuesioner. Kalau kuesioner lo aja nggak konsisten, gimana hasil penelitiannya mau dipercaya? 2. Uji Asumsi Klasik (Uji Kelayakan Data) 🚧 Kuesioner udah bagus? Sekarang cek datany...
2
Berikut penjelasan sederhana biar lo nggak ketuker lagi: 1. Korelasi vs. Asosiatif Banyak yang ngira ini sama, padahal beda di "derajat" pembuktiannya. Korelasi: Cuma mau tahu seberapa kuat hubungan antara dua hal. (Contoh: Apakah ada hubungan antara hujan dan penjualan payung? Kalau hujan deras, payung laku. Tapi hujan bukan satu-satunya alasan orang beli payung). Asosiatif: Ini lebih dalam, karena mencari sebab-akibat. Di sini lo harus membuktikan apakah X memang menyebabkan Y berubah. Skrips...
9
1. Pake Judul PENGARUH, karena teknik analisis datanya bisa pake Regresi Linear. Ini gampang banget stepnya. Mulai dati statistik deskriptif, uji instrumen, uji asumsi klasik, lalu persamaan regresi, uji hipotesis dan penarikan kesimpulan atau interpretasi. 2. Batas Aman Jumlah Responden Minimal 50 Sampel Makin kecil jumlah sampel bikin makin susah data buat normal 3. Combine Pernyataan Positif dan Negatif di Kuesioner Tujuannya buat ngecek dan ngetes mana responden yang beneran fokus membaca d...
24
Save aja dulu mana tau nanti butuh, biar ga repot cari-cari lagi! 1. Salah mengira pakai uji korelasi saja sudah cukup Kesalahan: Banyak mahasiswa berpikir cukup melakukan korelasi Pearson/Spearman untuk membuktikan “pengaruh” X terhadap Y. Kenapa fatal: Korelasi hanya menunjukkan hubungan / asosiasi antar variabel, bukan sebab-akibat. Korelasi tidak bisa menjawab “apakah X memengaruhi Y”. Akibat di skripsi: Judul “Pengaruh X terhadap Y” jadi tidak sesuai dengan analisis yang dilakukan → dosen ...
2
Save aja dulu mana tau nanti butuh! 😉 🟢 TAHAP 1: Uji Instrumen (Validasi Alat) Sebelum sebar kuesioner ke semua orang. Validitas: Cek apakah soalnya nyambung. Reliabilitas: Cek apakah soalnya konsisten. 🟡 TAHAP 2: Uji Asumsi Klasik (Syarat Sah) Setelah data terkumpul, sebelum masuk ke inti. Normalitas: Wajib Sig. > 0,05. Ini bukti data lo layak diuji pakai statistik (T-Test/Regresi). 🔴 TAHAP 3: Uji Hipotesis (Penentu Nasib) Pilih salah satu sesuai desain penelitian lo: Paired Sample T-Test:...
2
Save aja dulu mana tau nanti butuh biar ga pusing lagi cari-carinya! Ini 5 rahasia teknis yang jarang dibocorin: 1. Kuanti > Kuali (Kepastian Waktu) Kuantitatif itu punya alur yang pasti. Asal instrumen kelar dan data masuk, olah data cuma butuh hitungan jam. Beda sama Kualitatif yang narasinya subjektif dan transkrip wawancaranya bisa bikin begadang berminggu-minggu tanpa ujung yang jelas. 2. Data Primer adalah Koentji! 🗝️ Jangan mau dijebak data sekunder (laporan keuangan/BPS) kalau nggak pu...
7
Singkatnya: supaya data yang nanti kamu kumpulin nggak sia-sia. Kenapa harus diuji dulu? - Validitas ngecek apakah pertanyaan lo bener-bener ngukur hal yang mau diteliti. Salah nulis item bisa bikin hasil penelitian bias. - Reliabilitas ngecek apakah jawaban bakal konsisten. Kalo nggak reliabel, pola data jadi kacau. Kalo langsung nyebar tanpa uji, risikonya: – Harus revisi item – Nyari responden lagi – Timeline penelitian molor – Analisis data jadi tidak akurat Tapi… gimana kalau udah terlanju...
2
Save aja dulu mana tau nanti butuh! 😉 JANGAN MAKSA AMBIL SKRIPSI KUANTITATIF KALO BELUM SIAP SAMA 5 HAL INI: 1. Combine Pertanyaan Positif & Negatif: Jangan biarkan responden "ngantuk". Campur pertanyaan positif dan negatif (reverse scoring) biar mereka mikir sebelum centang. Ini kunci biar data lo nggak bias dan kelihatan beneran dibaca sama responden. 2. Uji Instrumen SEBELUM Sebar Masif: Jangan jadi mahasiswa nekat. Uji validitas dan reliabilitas dulu ke 30 responden pertama. Kalau ada pert...
2
Save aja dulu mana tau nanti butuh 😉 1. Apa alasan kamu memilih variabel penelitian ini? Jawaban Lemah: "Karena menarik dan datanya tersedia, Pak/Bu." Jawaban Pintar: "Saya memilih variabel ini karena adanya Fenomena Lapangan yang saya temukan (sebutkan datanya) dan diperkuat oleh Research Gap. Selain itu, variabel ini memiliki landasan Grand Theory yang kuat (sebutkan teorinya, misal: Theory of Planned Behavior), sehingga secara teoritis hubungannya layak untuk diuji kembali." 2. Kenapa kamu ...
Pinned
like
0
Pinned
like
0
Pinned
like
0
like
0
like
1
like
0
like
1
like
0
like
0
like
0
like
4
like
0
like
0
like
0
like
0
like
0
like
0
like
1
like
0
like
0
like
0
like
0
like
0
Loading
kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai