588
Followers
313
Following
4.1K
Likes
ID:sebelasg73611
Follow
All playlists · Total 101
3
Tidak semua kehancuran datang dengan api, ada yang datang tanpa jelaga, tapi meninggalkan luka yang sama dalamnya. Lewat single terbaru “Tanpa Jelaga,” unit chaotic hardcore asal Bandung, ALICE, kembali membuka labirin emosi yang gelap dan menyesakkan. Setelah sempat vakum, mereka kembali dengan intensitas yang bukan hanya memekakkan telinga, tetapi juga mengiris sisi paling dalam dari jiwa pendengarnya. . Secara musikal, “Tanpa Jelaga” tetap setia pada karakter liar ALICE, perpaduan metal ekst...
2
Skena underground kembali kedatangan wajah baru. Unit alt/core asal Malang, WRETCH, resmi memperkenalkan diri lewat single debut bertajuk “PISSURECTION” yang dirilis pada 25 Oktober 2025. Lagu ini hadir sebagai ledakan energi mentah yang memadukan agresi punk dengan hook melodik, menghasilkan komposisi yang keras sekaligus tajam secara pesan. Melalui “PISSURECTION”, WRETCH menyalurkan amarah sosial terhadap kemunafikan, kepalsuan, serta sistem yang dianggap terus memelihara kebohongan. . Bagi W...
2
Tidak semua lagu metal hanya soal keras, ada yang dibangun seperti sebuah kisah besar. Lewat single terbaru “Reconquista,” unit metal asal Bekasi, REPTURE, menghadirkan komposisi yang terasa seperti epos panjang: gelap, megah, dan penuh ketegangan. Terinspirasi dari konflik historis di Semenanjung Iberia, lagu ini membawa pendengar menyusuri perjalanan perang, kekuasaan, dan runtuhnya peradaban dalam balutan metal ekstrem yang brutal tanpa kompromi. . “Reconquista” disusun sebagai karya yang be...
2
Unit technical brutal death metal asal Kudus, ALTARAVEN, kembali menunjukkan eksistensinya lewat perilisan stage recap “Kalibrasi Iblis”. Lagu ini merupakan salah satu materi yang juga masuk ke dalam album debut mereka “Nova Libertas” yang dirilis pada 2025 dan mendapat respons positif dari para penikmat musik ekstrem. Dengan karakter musik yang kompleks, agresif, dan penuh teknik, ALTARAVEN menghadirkan komposisi brutal yang diperkaya unsur symphonic, djent, serta harmoni yang tetap menjaga id...
2
Mengawali tahun 2026, unit metallic hardcore asal Bandung, Deliverance, merilis single ketiga bertajuk “Rotten To The Core”, sebuah pernyataan pahit tentang keangkuhan manusia dan kefanaan yang tak terhindarkan. Lagu ini menyuarakan pesan dingin bahwa waktu pada akhirnya akan menghapus segalanya, seperti tergambar dalam penggalan lirik “Your names erased from the pages of thought”. Di tangan Deliverance, kemarahan bukan sekadar luapan emosi, melainkan refleksi eksistensial: bahwa semua ego, nam...
7
Melalui single terbaru “Invisible”, Sinus Tachycardia menelanjangi sisi paling sunyi dari kehidupan modern: perasaan tidak terlihat, terasing, dan dipaksa tampak baik-baik saja di dunia yang keras. Berkolaborasi dengan Nana (NVNA), lagu ini dibangun secara perlahan, dimulai dari petikan gitar yang muram, berkembang lewat dinamika vokal kasar dan bersih, hingga meledak dalam breakdown berat yang emosional. Perpaduan modern metalcore dengan pendekatan melodik membuat “Invisible” terasa menyayat s...
2
Unit modern metalcore Fornicaras kembali menajamkan kritik sosial mereka melalui single terbaru “Colorfade”, sebuah fragmen menuju album penuh mendatang yang mengangkat krisis ekologi dan degradasi moral manusia terhadap alam. Lagu ini berbicara tentang kehancuran yang tidak lagi terasa mengejutkan, eksploitasi yang perlahan dianggap wajar demi kemajuan. Dengan tempo yang lebih cepat, struktur agresif, dan breakdown destruktif, “Colorfade” memvisualisasikan runtuhnya bumi secara sonik, sementar...
2
Melalui single “FERAL”, BARE! menanggalkan seluruh lapisan kepura-puraan dan kembali ke bentuk paling mentah dari kemarahan manusia. Lagu ini berdiri sebagai pernyataan keras tentang insting, frustrasi, dan dorongan primal yang selama ini ditekan oleh norma sosial dan struktur yang mengekang. Dengan energi yang kasar, tempo agresif, serta vokal yang terdengar nyaris tak terkendali, “FERAL” terasa seperti letupan emosi yang dilepas tanpa rem, liar, jujur, dan tanpa kompromi. . Secara musikal, “F...
2
Unit metal–hardcore asal Bali, VESTED, memperkenalkan diri mereka ke publik lewat debut single “Destroy Punish Resist” (DPR), sebuah ledakan singkat namun sarat muatan perlawanan. Dengan durasi kurang dari satu menit, lagu ini tidak membuang waktu untuk basa-basi: agresif, padat, dan langsung menghantam. “DPR” lahir sebagai respons terhadap pengkhianatan, penindasan, dan ketidakadilan yang kerap dibiarkan mengendap, menegaskan bahwa perlawanan tidak selalu membutuhkan ruang panjang, cukup keber...
61
Band death metal asal Pasuruan, Berantai @berantaidm.official , resmi melepas video lirik “Garis Dominan” pada 17 Agustus 2025 sebagai simbol keresahan atas fenomena sosial yang makin kompleks di Indonesia. Lagu ini menjadi pintu pembuka menuju EP kedua mereka berjudul Manipulation of Dominion yang akan rilis September mendatang di bawah label Oath Artifact Prods, sekaligus penghormatan pada karya mendiang gitaris Dhany yang masih terekam di rilisan terbaru ini. . Dengan artwork penuh simbol pe...
2
Unit modern metal/metalcore asal Kuala Lumpur, @asourthrone, kembali menegaskan arah mereka lewat perilisan video musik resmi “SA’AT”. Lagu ini memadukan bobot modern metal dengan agresi metalcore secara seimbang, riff groovy yang menghantam, ritme rapat, serta dinamika yang dikontrol dengan presisi. “SA’AT” terasa mendesak dan padat, bergerak cepat tanpa kehilangan fokus, menunjukkan pendekatan songwriting yang tajam tanpa perlu berlebihan. . Video musik “SA’AT” dikemas dengan pendekatan perfo...
2
Unit slamming brutal death metal asal Tulungagung, Rottenectomy, merilis single paling bengis mereka sejauh ini bertajuk “TAK SLAMMING NDASMU!!!” — salah satu track dari album mendatang The Punishment of Hammergod. Dengan lirik penuh amarah berbahasa Jawa, lagu ini menjadi representasi sempurna dari brutalitas khas Rottenectomy yang dikawinkan dengan identitas lokal. Dentuman drum yang menghantam, riff gitar berdentang seperti mesin pembantai, dan vokal guttural yang memuntahkan kemarahan tanpa...
2
Unit grindcore kawakan asal Jakarta, PROLETAR, kembali menghantam keras lewat single terbaru mereka “Dalam Jerat Industri”, sebuah ledakan pendek namun mematikan yang memotret kehancuran ekosistem akibat kerakusan manusia. Lagu ini menjadi teriakan bagi lahan yang dirampas, hutan yang dibabat, dan masyarakat adat yang terus ditekan atas nama industri. Dengan riff berlapis distorsi, drum yang menghancurkan, dan vokal growl–scream yang menyatu menjadi badai kemarahan, PROLETAR menyalurkan realita...
2
Unit metalcore asal Kudus, Innocent Voice, memperkenalkan single terbaru mereka berjudul “Purgatorium”, sebuah karya yang merefleksikan sisi paling manusiawi: kesalahan, dosa, dan harapan akan pengampunan. Lagu ini lahir dari kolaborasi bersama Ibunda Arie Koesmiran dan Aji (Down For Life), menghadirkan dimensi baru dalam perjalanan musikal band yang telah berdiri sejak 2006. Dengan riff berat, hentakan drum penuh energi, dan vokal yang sarat emosi, Purgatorium menjadi pernyataan keras sekaligu...
2
Hardcore/Metal unit asal Surabaya, MARAX, resmi membuka babak baru perjalanan musiknya lewat perilisan maxi-single “BARAK//1428”. Setelah menorehkan dua mini album sebelumnya, Sharp Knife (2022) dan Toward Eternity (2024), band yang digawangi oleh Majid (vokal), Herlambang (gitar), Yuka (gitar), Erzha (bass), dan Rizal (drum) ini menegaskan evolusi musikal mereka dengan intensitas yang lebih gelap dan padat. Dirilis di bawah arahan produksi MARAX sendiri dan sentuhan mixing-mastering oleh Herla...
2
Unit metalcore asal Jakarta, BLACKBVRN, kembali menghantam dengan single “Tersesat”, trek pembuka dari EP terbaru mereka Hegemon yang dirilis pada 15 Oktober 2025. Lagu ini menjadi cerminan sisi paling emosional dan kelam dari BLACKBVRN — kisah tentang kehilangan arah di tengah tekanan dan dominasi yang menyesakkan. . Dengan riff tajam, breakdown berat, dan vokal yang dipenuhi amarah serta keresahan, “Tersesat” menunjukkan identitas sonik BLACKBVRN yang kian matang dan brutal. Di bawah bendera ...
2
Unit melodic hardcore asal Cianjur, Enigma Engine, membuka babak baru lewat rilis ulang “Groundzero” dalam format music video. Dua tahun setelah versi originalnya dirilis, lagu ini kini hadir dengan aransemen yang lebih matang dan atmosfer yang lebih emosional. “Groundzero” bukan sekadar lagu pertama yang mereka tulis, tapi juga simbol tentang akar kehidupan—pengorbanan yang diam di bawah tanah, menjadi alasan segala sesuatu di atasnya bisa tumbuh dan bertahan. . Dengan nuansa melankolis dan re...
2
Unit death metal asal Tasikmalaya, Keringat Darah, kembali menyalakan bara lewat single terbaru berjudul “Devil Legion”, yang kini sudah tersedia di seluruh platform streaming digital. . Keringat Darah dikenal lewat pendekatan musiknya yang lugas dan tanpa kompromi, mengolah amarah dan kesadaran menjadi dentuman riff tajam, gebukan drum tanpa ampun, dan vokal yang memekikkan kegelapan batin. Dalam “Devil Legion”, mereka memadukan sisi brutal dengan makna yang dalam: tentang pergulatan manusia d...
2
Unit Metallic Hardcore asal Magelang, YFD @yfd_id , kembali menunjukkan konsistensinya dengan merilis MV single terbaru “INEFFABLE” (31 Juli 2025), kali ini menggandeng Syafiq Alwan @bakulgabah_ di posisi vokal. Setelah sempat kehilangan vokalis tetap, YFD terus membuktikan produktivitasnya melalui kolaborasi bersama berbagai pengisi suara dan karya sebelumnya seperti EP “METANOIA”. . “INEFFABLE” mengusung sound modern metalcore yang variatif—melodic, groove, breakdown penuh energi—serta lirik ...
2
Unit eksperimental asal Tangerang, Heidegger, kembali menyuarakan keresahan sosial lewat single terbaru mereka bertajuk “Menolak Lupa”, yang resmi dirilis pada 5 Oktober 2025. Melalui karya ini, Heidegger menantang fenomena pelupaan sejarah dan pengabaian terhadap luka sosial yang masih membekas dalam kehidupan masyarakat. Dengan atmosfer gelap dan aransemen yang menekan, lagu ini menuntun pendengar untuk menatap masa lalu yang kerap sengaja dihapus dari ingatan kolektif. “Lupa bisa jadi kemewa...
Pinned
like
8
Pinned
like
9
Pinned
like
10
like
0
like
0
like
0
like
0
like
0
like
0
like
0
like
0
like
0
like
0
like
0
like
0
like
0
like
1
like
0
like
0
like
0
like
0
like
0
like
0
Loading
kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai