7.5K
Followers
377
Following
137.8K
Likes
ID:nurlailavitrii
Follow
All playlists · Total 581
2
Membalas @sapurah69 Dia tak menatap bayanganku dari kaca. Biasanya, setiap aku sedang skin care-an, Mas Firdaus selalu menatapku dengan pandangan penuh kekaguman. Dia lantas memujiku. Bilang istrinya cantik sekali. Walau sudah menikah sembilan tahun, aku tetap perempuan paling cantik sedunia. Gom bal sih. Tapi aku senang. Suamiku tipe laki-laki setia. РђюMamaРђдРђЮ Akhirnya Mas Firdaus bicara juga. Suaranya sedikit bergetar. РђюIya, Pa?РђЮ tanyaku. Aku berhenti melakukan perawatan ma lam ...
4
"Sadar diri, Sherlita! Kau itu hanya benalu di rumah ini! Berhenti berlagak jadi istri yang baik. Lebih baik kau pergi saja! Menyiapkan dasi saja tidak becus!" PLAK! Suara dasi sutra itu menghantam wajah Sherlita, membuat pipinya panas. Bramastio berdiri dengan tatapan penuh hina. Dasi biru itu jatuh di lantai dekat sandal jepit Sherlita yang sudah usang. "Papa benar, Ma. Kalau tidak bisa cari uang, minimal jangan jadi beban," ujar Atala tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya. "Aku malu b...
4
РђюAku tetap akan menikahi Zhifana.РђЮ Suara Arkana terdengar begitu jelas dari ruang kerja. РђюSedari awal Papa tahu, wanita yang kucintai adalah Zhifana. Sahabatku sendiri.РђЮ Pl4k! Tamp4r4n keras mendarat di pipi Arkana Ranendra. Ashana yang sejak lima belas menit lalu berdiri di balik pintu ruang kerja membeku. Tangannya yang semula hendak mengetuk pintu perlahan turun. Kotak kecil berisi kue yang dibuatnya sejak sore tadi mendadak terasa begitu berat. РђюSekali tamparan ternyata tidak memb...
2
Membalas @itx0z Kau bilang sudah bang krut lalu kau buat aku dan istri mu da mu tinggal ba reng di kontrak kan kecil. Tiap ma lam kudengar su ara-su ara men ji jik kan. Aku tak ta han dan minta ce rai. SekarangРђд aku di ke jar Sultan. --- Mariam РђюApa?РђЮ Mas Firdaus menundukkan kepalanya, tapi perlahan dia mengangguk. РђюPapa bang krut, Ma,РђЮ katanya. РђюPro yek Papa ga gal. Papa bayar ganti ru gi atau Papa bakal masuk pen ja ra.РђЮ РђюJa hat sekali kamu, Mas,РђЮ kataku. РђюKamu pikir saya...
4
РђюPapa sudah pulang, Ma?РђЮ tanya Sakina, anakku. Dia bang un dari duduknya di depan meja TV. Mataku me li rik jam di HP ku. Baru jam 6.20. Sakina benar. Tumben Mas Firdaus sudah pulang jam segini. Tapi sepertinya itu memang mobil suamiku yang masuk pekarangan. Sudah hampir tiga bulan ini dia pulang larut ma lam. Sering juga di nas luar kota. Maklum, sedang mengejar pro yek. Aku sudah terbiasa. Tapi ini baru tiga bulan. Biasanya, sekali ada pro yek bisa me ma kan waktu sekitar empat sampai...
2
Enam hari. Hanya tersisa enam hari sebelum Ashana meninggalkan rumah yang selama empat tahun terakhir disebutnya sebagai rumah. Pagi itu, Ashana baru saja selesai sarapan ketika ponselnya berdering..Nama Mama Ratih muncul di layar. Ashana menatapnya sejenak sebelum mengangkat panggilan. РђюAssalamu'alaikum, Ma.РђЮ РђюWa'alaikumussalam, Asha.РђЮ Suara Ratih terdengar lembut seperti biasa. РђюKamu hari ini ada acara?РђЮ РђюTidak ada, Ma.РђЮ РђюKalau begitu, datanglah ke rumah Mama.РђЮ Ashana meng...
5
РђюPenampilannya masih seperti g a d ! s begitu masa sudah punya ank?!РђЮ РђюHush! Jangan dibahas lagi!РђЮ Angkasa menghela napas panjang mendengar bisik-bisik di meja. Dia terus memperhatikan yang lain berdiri dan menyambut Embun begitu masuk. РђюMaaf terlambat. Aku salah melihat jam.РђЮ Embun tersenyum sambil menyalami yang lainnya. Dia terlihat cantik seperti biasa, hanya saja lebih matang dan anggun dari yang ada di ingatan Angkasa. РђюEmbun, apa kabar?РђЮ Ruangan itu hening seketika saat...
12
Membalas @aisahesin_ Aku pura-pura tersenyum. "Ibu gak perlu khawatir, Elio mendapatkan nilai memuaskan dalam ujiannya. Kemungkinan dia akan kuliah ke Amerika beberapa bulan lagi." "Punya Ibu mantan mahasiswa kedokteran sepertimu benar-benar keberuntungan untuk Elio." Aku hanya tersenyum, dulu demi Elio dan Mas Dito yang mau ujian PNS. Aku tidak melanjutkan kuliahku, bekerja untuk menghidupi keluarga, tapi setelah aku memutus cita-citaku dan Mas Dito berhasil lulus. Mas Dito malah berkhianat. ...
3
Dia tak menatap bayanganku dari kaca. Biasanya, setiap aku sedang skin care-an, Mas Firdaus selalu menatapku dengan pandangan penuh kekaguman. Dia lantas memujiku. Bilang istrinya cantik sekali. Walau sudah menikah sembilan tahun, aku tetap perempuan paling cantik sedunia. Gom bal sih. Tapi aku senang. Suamiku tipe laki-laki setia. РђюMamaРђдРђЮ Akhirnya Mas Firdaus bicara juga. Suaranya sedikit bergetar. РђюIya, Pa?РђЮ tanyaku. Aku berhenti melakukan perawatan ma lam dan berbalik untuk me...
4
"Astaga, ini pasti salah lantai." Alexa menghentikan langkahnya tepat di depan pintu kaca berukir logo perusahaan yang megah. PT Daneswara Gemilang Enterprise. Tulisan itu terpampang dengan huruf emas berkilau di atas marmer putih. Tangan Alexa masih menggenggam erat map berisi berkas lamaran yang versi soft copy-nya sudah ia kirimkan tiga minggu lalu. Jantung gadis itu berdegup tidak karuan. Sebenarnya ia tidak gugup di hari pertamanya bekerja. Namun, ada firasat aneh yang tiba-tiba me...
3
РђюSelama ini saya selalu melihat Bu Sahila yang mengantar dan menjemput April. Semua administrasi sekolah, rapat orang tua, sampai kebutuhan belajar April juga selalu diurus beliau.РђЮ Ruangan mendadak sunyi. Semua mata kini bergantian menatapku dan perempuan di samping April. Yang semula penuh kekaguman kini dipenuhi kebingungan, bahkan sebagian mulai berbisik-bisik dengan nada curiga. Lalu penyangkalan keras dari anakku mengalahkan segalanya. РђюNGGAK!РђЮ Teriakan April melengking memecah ...
3
РђюMas, kamu itung-itungan sama aku sekarang?РђЮ tanya Najwa. РђюAku gak itung-itungan, Najwa. Kamu sendiri yang mengeluh soal toko yang semakin sepi pembeli, kenapa gak ditutup saja tokonya dan bebaskan semua pegawainya dari pada harus mengeluarkan uang untuk bi4ya-bi4ya yang besar itu?РђЮ kata Hamish. РђюMas, tokoku mungkin sepi dan akan bangkrut, tapi aku masih bertahan, maka itu aku gak,-Рђю РђюSudahlah! Terserah kamu, tapi mulai bulan depan, uang belanja kamu akan aku potong setengahnya!Рђ...
2
РђюDara!РђЮ kataku sambil mencoba mengejar istri pertamaku itu. Tapi aku ka-lah cepat. Aku nggak tau dia bakal lari. Ketika aku mencapai ka-mar kita, pintunya sudah terkunci dan terselot. Aku mencoba buka, bahkan ku-ge-dor juga. Sepertinya diganjal benda be-rat. РђюS i a l !РђЮ ru-tuk-ku. Kenapa jadi begini? Dara biasanya tak seperti ini. Dia lembut dan selalu mengalah. РђюDaraРђд.РђЮ te-ri-ak-ku lagi. РђюBuka sayang. Kita bicara baik-baik. Mas janji akan adil.РђЮ РђюBiarin aja sebentar,РђЮ k...
3
"Mending kamu ker ja jadi TKW di luar negeri, bay ar huta ngmu dengan nyicil kirim ke reken ingku tiap bulan," kata suaminya yang membuat Lyla kaget. "Tapi, mas, aku gak pernah ke rja di luar negeri," kata Lyla. "Ternyata selain kamu buluk tapi kamu juga bo doh, ya! Emang kamu gak bisa baca brosur itu? Susah payah aku cariin kamu kerja ternyata kamu gak bisa baca," "Bukan begitu, mas, tapi.... "Belum sempat Lyla bicara, suaminya sudah keluar kamar duluan dan Lyla mengejarnya lalu menghadangny...
2
Mas Ardi benar-benar mematikan ponselnya. Dia sengaja memutus akses komunikasi denganku agar pesta ulang tahun anak haramnya di villa tidak terganggu. РђІ"Tega kamu, Mas! Ayah macam apa kamu ini?!" umpatku lirih, tawa getir lolos dari bibirku yang gemetar. Bulir bening kembali membasahi pipiku. РђІRasa frustrasi dan amarah yang membakar dada membuatku tidak bisa tinggal diam. Jika nomor Mas Ardi tidak aktif, maka aku akan menghubungi orang lain. Aku segera mencari nomor Ibu Mertua. Wanita tu...
2
"Ambil ini, Sus. Anggap saja ini bonus dan modal untuk pernikahanmu nanti di kampung." Aku mengangsurkan segepok uang pecahan seratus ribu yang cukup tebal ke tangan Susi. "Ya Allah, Bu Nella... ini terlalu banyak," bisik Susi. Matanya seketika berkaca-kaca saat menatap amplop cokelat di tangannya yang bergetar. Aku tersenyum lembut sambil mengusap bahunya. "Kamu berhak mendapatkannya, Sus." Susi menghela napas panjang, lalu menatapku dengan sorot mata penuh kegelisahan. "Bu... Ibu orang yang s...
2
"Ra, maaf, aku telat pulang nanti malam. Ada rapat dadakan dengan klien." Rafika menutup mata. Ini sudah kelima kalinya dalam sepekan. "Rapat lagi, Mas? Bukannya minggu lalu kamu bilang proyek besar sudah selesai?" Suara Kamil di seberang terdengar sedikit tersendat. "I-iya, proyek lama selesai, tapi ada yang baru. Ini peluang besar, Ra. Kita bisa dapat komisi puluhan juta." "Puluhan juta, ya?" Rafika mendengkus kecil. "Baiklah, tapi jangan terlalu malam pulangnya. Raisa minta diajarin matemat...
9
Irsan, teman kuliahku japri. Karena aku dan Lidia, istriku, kuliah di kampus yang sama, dia juga kenal Lidia. Irsan lihat Lidia masuk ke a p a r t e m e n bersama laki-laki yang sudah berumur 60 tahunan. Lidia dan laki-laki itu berp e l u kan m e s r a sekali. Mereka berjalan sambil ketawa-ketiwi, tak peduli jika ada yang lihat. Di kompleks a p a r t e m e n, masing-masing orang memang hanya mengurus urusannya sendiri. Irsan juga sebetulnya begitu, cuma kali ini berbeda. Perempuan yang bersimpa...
2
Bab 1. “Naiya! Pergi ke pasar sekarang!” seru Salma memecah keheningan pagi. “Ilham sedang jalan pulang. Masak yang banyak, buatkan semua makanan kesukaan suamimu itu.” Naiya tertegun, matanya berbinar seketika. “Bang Ilham pulang, Ma? Benaran? Kok dia nggak ada kabar ke Naiya ya?” Salma mendengus remeh, wajah keriputnya tampak ketus. “Ya benarlah! Ngapain Mama bohong. Sudah, cepat pergi sebelum ikan segar habis. Kalau ada uang sisa, balikin ke Mama. Jangan berani-berani kamu korupsi!” Wanita ...
9
Kini, duduk di karpet bersama kedua anakku, aku bisa lebih seksama memperhatikan oleh-oleh yang katanya dari Kalimantan itu. Semuanya generik sekali. Seakan asal ditaruh di koper sebanyak-banyaknya supaya penuh. Makanan dan kerajinan tradisionalnya gak jelas apa budaya Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, atau Papua. Yang penting Indonesia timur. Aku lalu memperhatikan kopernya. Kenapa tidak ada stikernya? Semua koper yang masuk bagasi pesawat pasti ada stikernya. Apa oleh-oleh ini hany...
Pinned
like
12
Pinned
like
67
Pinned
like
126
like
1
like
5
like
2
like
0
like
0
like
0
like
0
like
1
like
0
like
0
like
0
like
1
like
0
like
0
like
0
like
0
like
0
like
108
like
2
like
2
Loading
kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai