698
Followers
181
Following
4.5K
Likes
ID:jazcm227
Follow
All playlists · Total 46
2
Perseteruan di layar kaca antara Farhat Abbas dan kubu Roy Suryo menunjukkan adanya pergeseran paradigma. Isu ijazah palsu yang awalnya menjadi komoditas politik, kini mulai diuji secara rasionalitas hukum. Dengan "balik arahnya" beberapa tokoh kunci dan semakin solidnya keterangan dari pihak universitas, narasi ijazah palsu ini tampaknya sedang menuju titik nadir. Bagi Roy Suryo, dkk, ini adalah ujian konsistensi. Bagi Farhat Abbas, ini adalah momentum untuk menunjukkan bahwa hukum tidak bisa ...
3
Permintaan Hakim MK Saldi Isra kepada Roy Suryo, Cs untuk melampirkan bukti penetapan Tersangka dalam kasus ijazah Jokowi bukan hanya soal formalitas, melainkan cerminan dari prinsip keadilan dan kepastian hukum yang harus ditegakkan dalam sistem peradilan Indonesia. Sebagai Advokat, saya menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap proses hukum yang benar agar tidak mudah terjebak dalam informasi yang tidak berdasar dan menjaga integritas hukum nasional. Salam Keadilan, Adv. Darius Leka...
2
Kasus ijazah Jokowi yang melibatkan Roy Suryo, Cs bukan hanya persoalan politik atau opini publik, melainkan ujian bagi sistem hukum dan etika advokat di Indonesia. Permohonan SP3 yang diajukan menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan dengan prinsip keadilan dan berdasarkan bukti yang kuat. Sebagai masyarakat yang sadar hukum, kita harus terus mengedukasi diri agar tidak terjebak dalam polarisasi yang merugikan. Salam Keadilan, Artikel ini ditulis oleh Darius Leka, S.H., M.H., - Advokat yan...
2
Bagi masyarakat, terutama yang berkecimpung di bidang hukum atau yang menjadi subjek hukum, kasus ini menjadi pelajaran penting bahwa setiap gugatan atau proses hukum harus didasarkan pada peraturan yang masih berlaku dan relevan. Advokat dan praktisi hukum harus selalu memastikan bahwa dasar hukum yang digunakan adalah yang terbaru dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Pertanyaan Hakim Panel MK terhadap status hukum Roy Suryo, Cs bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga refleksi pen...
2
Perdebatan sengit ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat mengenai pentingnya verifikasi informasi dan kehati-hatian dalam menyampaikan pernyataan di muka umum, terutama yang berkaitan dengan isu sensitif dan melibatkan nama baik individu. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat secara jelas mengatur tentang kode etik dan standar perilaku yang harus dijunjung tinggi oleh setiap advokat. Setiap pernyataan yang dilontarkan harus didasari fakta dan bukan semata-mata opini yang dap...
2
Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat luas untuk memahami bahwa transparansi dalam hukum harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap proses hukum yang berlaku. Membuka dokumen yang menjadi barang bukti tanpa prosedur yang benar dapat merusak proses peradilan dan hak-hak individu yang bersangkutan. Mari kita tingkatkan literasi hukum agar masyarakat dapat menyikapi isu-isu hukum dengan bijak dan berdasarkan fakta yang terverifikasi. Pasal 38 KUHAP; “Barang bukti yang disita...
2
Dalam pusaran kontroversi yang belum mereda, kuasa hukum Roy Suryo Cs, Ahmad Khozinudin, kembali melontarkan pernyataan tajam yang mengguncang ruang publik. Ia menyebut bahwa penanganan kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, sarat dengan rekayasa politik yang ia sebut sebagai “Skenario Solo”—sebuah istilah yang merujuk pada dugaan intervensi kekuasaan yang berakar dari kota kelahiran sang mantan presiden. Salam keadilan, Adv. Darius Leka, S.H.#skenariosolo#ijazahjokowi#ahmadkh...
5
Sebagai Advokat, saya melihat bahwa penjelasan Prof. Eddy membuka ruang diskusi penting; bagaimana hukum pidana harus mencerminkan nilai-nilai lokal tanpa mengorbankan prinsip universal hak asasi manusia. KUHP baru adalah cermin dari upaya bangsa ini membangun sistem hukum yang berdaulat, kontekstual, dan berakar pada realitas sosial. Namun, tantangan ke depan tidak ringan. Sosialisasi, edukasi hukum, dan pengawasan implementasi menjadi kunci agar KUHP baru tidak menjadi alat represi, melainkan...
4
Di panggung politik yang tak pernah benar-benar sepi, dua nama kembali mencuat; Roy Suryo dan Eggi Sudjana. Dulu mereka satu suara, satu semangat, satu tudingan; bahwa ijazah Presiden Jokowi patut dipertanyakan. Kini, setelah keduanya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya dalam kasus pencemaran nama baik, suara mereka pecah. Kongsi retak. Persahabatan berubah jadi saling serang. Roy Suryo, mantan Menpora yang gemar bicara data dan visual, menyebut Eggi terlalu politis dan sembrono....
2
JAKARTA, NOVEMBER 2025 — Mengapa Roy Suryo dan sekutunya masih bersuara di media, meski sudah berstatus tersangka dalam kasus ijazah Presiden Jokowi? Karena dalam demokrasi, suara belum tentu benar, dan diam belum tentu salah. Tapi ketika suara itu mengklaim “99,9% p*lsu” atas dokumen yang telah diverifikasi oleh institusi resmi, kita perlu bertanya; apakah ini kebebasan berpendapat, atau pengabaian terhadap proses hukum? Secara hukum, seseorang yang berstatus tersangka tetap memiliki hak untuk...
3
Jumat sore, 7 November 2025. Di balik podium konferensi pers, Roy Suryo berdiri bukan sebagai narasumber, tapi sebagai Tersangka. Ia ditetapkan bersama tujuh tokoh lainnya dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Tuduhan; pencemaran nama baik, fitnah, dan manipulasi data. Namun yang paling menggugah bukan isi konferensi pers, melainkan nada suara Roy. Ia bicara pelan, sesekali tercekat, seperti menahan tangis. Wajahnya tak lagi penuh retorika, tapi refleksi. Seolah ia tah...
2
Pada 7 November 2025, Roy Suryo resmi ditetapkan sebagai Tersangka oleh Polda Metro Jaya dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Ia termasuk dalam klaster kedua dari delapan Tersangka yang dijerat dengan pasal pencel*maran nama baik dan penyebaran informasi b*hong. Namun alih-alih bungkam, Roy Suryo justru angkat bicara. Dalam pernyataannya kepada media, ia menyindir keras; “Buronan kelas kakap masih bebas, tapi kami yang bertanya soal ijazah justru ditahan.” Sebuah kalimat yang...
2
Di negeri yang katanya menjunjung tinggi hukum, selembar ijazah bisa menjadi panggung drama nasional. Bukan karena nilainya, tapi karena namanya. Ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, kini menjadi objek sengketa yang menyeret nama-nama nyaring ke ruang penyidikan. Di balik tinta legalisir, ada suara-suara yang menggugat keaslian. Di balik stempel kampus, ada narasi yang menantang sejarah. Polda Metro Jaya tak main-main. Hingga akhir Oktober 2025, mereka telah memeriksa 117 saksi, 25 ahli, dan 1...
3
“Ia datang membawa pertanyaan, tapi pulang dengan lebih banyak keraguan.” Di awal November 2025, Roy Suryo, mantan Menpora dan pakar telematika, terbang ke Australia. Tujuannya bukan wisata, melainkan investigasi. Ia ingin menguak dugaan kejanggalan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang disebut-sebut berasal dari University of Technology Sydney (UTS). Tapi alih-alih mendapat jawaban, Roy justru ditolak mentah-mentah oleh pihak kampus. Roy Suryo dan timnya mengklaim menemukan kejangg...
2
Rismon Sianipar, ahli forensik digital, dikenal sebagai salah satu suara paling nyaring dalam polemik ijazah Presiden Jokowi. Ia tampil di media sosial dengan gaya retoris, penuh keyakinan, bahkan kadang meledak-ledak. Ia menyebut ijazah Jokowi sebagai “anomali akademik” dan mengklaim memiliki bukti ilmiah yang tak terbantahkan. Namun, semua berubah ketika statusnya berubah; dari saksi menjadi Tersangka. Pada 26 Mei 2025, Rismon menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Ia dicecar 97 pertanyaa...
18
Jokowi’s Son & Ijazah Palsu? ... di Balik Pernyataan Roy Suryo Di tengah suhu politik yang memanas menjelang Pemilu 2029, publik kembali diguncang oleh pernyataan kontroversial dari Roy Suryo, mantan Menpora dan pakar telematika. Ia mengklaim akan merilis buku berjudul Jokowi’s White Paper, yang disebut-sebut mengungkap dugaan pembelian ijazah palsu oleh Presiden Joko Widodo — bahkan menyentuh isu baru; anak Presiden yang “salah beli ijazah”. Apakah ini sekadar manuver politik, atau ada dasar h...
2
"Dari London ke Istana; Eggi Sudjana Menekan Prabowo, Hukum atau D3ndam?" Di tengah transisi kekuasaan yang masih hangat, muncul suara lantang dari diaspora Indonesia di Inggris. Eggi Sudjana, tokoh kontroversial yang kini bermarkas di London, kembali mengguncang ruang publik dengan pernyataan keras; mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera menggunakan hak konstitusionalnya guna menekan Kapolri dan Jaksa Agung agar menetapkan Tersangka dan memenjarakan Presiden sebelumnya, Joko Widodo. E...
2
“Dipecat Tapi Masih Berdinas; Borok Lama di Tubuh Polri yang Terkuak Lagi” Dalam sebuah episode Indonesia Lawyer Club, 29 September 2025 yang ditayangkan di , kembali menyita perhatian publik, Prof. Mahfud MD, mantan Menko Polhukam dan tokoh hukum nasional, melontarkan pernyataan yang menggugah nurani; “Ternyata banyak polisi-polisi yang sudah dipecat, sudah diputus hukuman bersalah oleh pengadilan, tetap berdinas dan tetap ada di institusi Polri.” Pernyataan ini bukan sekadar kritik. Ia...
3
“Maaf Jenderal, Aku Kecewa Padamu” Di tengah gelombang kritik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, sebuah pernyataan rakyat viral di media sosial; “Maaf Jenderal, aku kecewa padamu. Jujur aku dulu memilihmu karena ada Mas Gibran. Kini kembalilah jadi Jenderal pecatan, karena nyalimu bukanlah nyali seorang Jenderal.” Pernyataan ini bukan sekadar ekspresi emosional. Ia mencerminkan kekecewaan mendalam terhadap arah pemerintahan, integritas kepemimpinan, dan janji politik yang dianggap tak ditepa...
7
“Bintang Kehormatan untuk Mantan Koruptor?”; Ketika Integritas Negara Dipertaruhkan Pada 25 Agustus 2025, Istana Negara menjadi panggung megah bagi penganugerahan Bintang Mahaputera Adipradana, salah satu tanda kehormatan tertinggi dari Republik Indonesia. Namun, sorotan publik bukan tertuju pada kemegahan acara, melainkan pada salah satu penerimanya Burhanuddin Abdullah, mantan Gubernur Bank Indonesia yang pernah divonis lima tahun penjara atas kasus korupsi dana Rp100 miliar. Burhanuddin buka...
like
5
like
1
like
1
like
7
like
0
like
7
like
0
like
3
like
0
like
19
like
1
like
15
like
0
like
10
like
1
like
0
like
10
like
9
like
6
like
0
Loading
kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai kwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwaikwai